Kontributor Kreatif VS Masyarakat Skeptis

Sebagai kontributor Kreatif, adalah merupakan tuntutan profesi agar dapat memberikan Inovasi baru untuk kepentingan masyarakat Luas. Baik itu sistemik maupun rancangan produktif yang harus melalui proses pengkajian dan pengujian serta penilaian aspect ratio. Dan ketika evaluasi dan perbaikan terus menerus dilakukan, maka seiring dengan Rancangan Prototye disertai Blue Print akan menghasilkan sebuah Mutu dan Kelayakan sebuah produk yang logis. Sebuah Produk yang siap untuk di reproduksi secara masal agar dapat didistribusikan kemudian. Namun bedanya, apabila didapati sebuah gagasan luar biasa oleh pemikir cerdas, namun tidak memiliki cukup dukungan modal atas investasi prototype tersebut seringkali kandas. Padahal aset ide brilian tersebut adalah sebuah mahakarya. Ini memiliki tantangan besar. Tantangannya ialah apabila Inovasi tersebut dinilai mamiiki terobosan yang jauh melampaui pemikiran masyarakat umum dan dianggap terlalu canggih, serta bersifat angan/mimpi akan sulit mendapatkan kerjasama investor lokal atau setidaknya investasi kecil-kecilan untuk pembuatan prototype misalkan. Alhasil pengkajian dan penyempurnaan juga uji coba kreator tersebut akan dipandang sebelah mata bahkan masyarakat akan menutup kedua belah mata disertai opini-opini skeptis. Bagi Inovator nekat dan tahan banting maka akan di teruskan tanpa peduli dengan cercaan dan penginjakan buah pemikiran tersebut. Namun kebanyakan para inovator adalah seniman yang halus perasaannya, kebanyakan ide tersebut akan pecah berkeping-keping sekejap mata. Semua buah pemikiran yang dihabiskan bermalam-malam akan hancur dihempaskan dan dipatahkan mereka yang kurang menghargai proses sebuah gagasan.

Google Plus
LinkedIn
Pinterest
{{ message }}

{{ 'Comments are closed.' | trans }}

Jadwal Imsakiyah

Jadwal Imsak untuk wilayah Indonesia bagiana Barat. Kreativisi Indonesia mengucapkan Selamat menunaikan...

SEARCH