PERSAINGAN IDEALISME VS PESATUAN REPUBLIK

Sebagian besar masyarakat berkategori terbelakang akan mencibir atas Ide-ide maupun terobosan baru serta skeptis terhadap rencana-rencana aktif. Bahkan sebagian lagi akan menganggap bahwa hal ini merupakan ancaman atau Kompetitor bagi kepentingan mereka. Tapi ketahuilah, bahwa tanpa upaya dan terobosan, akan sulit bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Pola kerja jegal menjegal antar sesama profesi hanya menunjukkan lemahnya mental Persatuan dalam NKRI. Pembunuhan karakter dengan membicarakan keburukan seseorang atau kelompok hanya akan menjelaskan seberapa kerdil jiwa orang maupun golongan tersebut. Bukanlah masalah besar, karena mereka sedang berproses dalam pendewasaan dan bukan pesaing maupun ancaman juga musuh utama. Melainkan daerah sana, negara luar sana yang akan menjadi pekerjaan rumah sebenarnya saat ini.
Ada sekelumit sudut pandang positif atas sebuah persaingan lokal dapat menciptakan tumbuhnya profesi mandiri. Namun hal ini jika terus-menerus di terapkan bisa bisa berdampak perepecahan. Saat ini bangsa Indonesia menjadi Potensial Market terbesar di dunia. Ada sebuah riset menyatakan, kompetisi dalam masyarakat begitu dominan atas konsumsi hal baru. Masyarakat berlomba menjadi terdepan dalam penggunaan produk-produk luar. dan hal ini seperti menjadi trend setter. Pola kemajuan diukur dari seberapa baru penggunaan barang barang atau gadget-gadget elektronik maupun komputer yang digunakan. Jika hal ini di balikkan, mengapa tidak sebuah trend tentang menciptakan produk2 tersebut? mengapa bukan ciptakan dengan bangsa luar sana yang jelas-jelas menjadikan Indonesia sebagai Lahan potensial penjualan produk mereka. Sudah waktunya masyarakat berfikir jernih dalam menerima bentuk tawaran dari dalam negeri. Bukan malah selalu berpedoman pada produk dan gagasal dari luar daerah ketimbang dari dalam daerah. Perkembangan luar sebaiknya sebagai referensi untuk berkerya lebih dari itu. bukan menjadi patokan atau kiblat kebutuhan. Kitalah yang mengerti kebutuhan tersebut, kita pulalah yang dapat merumuskan bentuk apakah yang pantas mewakili hasil akhir nantinya. Apabila hal ini dilakukan bersama-sama, bukan tidak mungkin langkah Indonesia untuk mengejar ketertinggalan setapak demi setapak bergerak maju dan mampu berlalar. Namun hal ini lagi-lagi tersengkang oleh ulah idealisme Individu dari dalam negeri yang tidak menyukai hal ini. So.. terjadi lagi, sikut menyikut dari dalam, jelek menjelekkan satu sama lain, pembunuhan karakter antar profesi, politisir sana-sini bahkan terjadi di warung kopi dengan landasan hanya ingin terlihat superior di mata rekan-rekan lainnya.

Google Plus
LinkedIn
Pinterest
{{ message }}

{{ 'Comments are closed.' | trans }}

Jadwal Imsakiyah

Jadwal Imsak untuk wilayah Indonesia bagiana Barat. Kreativisi Indonesia mengucapkan Selamat menunaikan...

SEARCH