FOUNDER

Memulai debut di Jogjakarta

Akrab disapa Bang Alfi, Putra daerah kelahiran Kota Pontianak yang malang melintang merantau ke Pulau Jawa sejak 2007 lalu dapat dikatakan bukan dari kalangan orang berada. Jalur pendidikan tidak begitu mulus sejak sd, smp, dan smu yang sempat kandas. Kehidupan perekonomianpun dapat dikatakan pada masa-masa sulit ketika itu. Namun dengan niat, kemauan belajar, dan muka tebal, dari menggambar dan mengamen di emperan Malioboro Kota Jogjakarta akhirnya tahun 2009 dapat mengawali Pendidikan Diploma 1 di MSD (Modern School Of Design). Kemudian melanjutkan keinginan belajar ke AKADEMI DESAIN VISI YOGYAKARTA untuk Diploma 3 pada tahun 2000 mengambil Jurusan DESAIN KOMUNIKASI VISUAL. Bang Alfi di sepanjang Jalan Mentri Supeno dari Simpang Taman Siswa Hingga Terminal cukup dikenal oleh para pengrajin Letter Granit karena sering membantu mereka membuatkan ornamen-ornamen dan Typografi pekerjaan mereka, dari situ didapati penghasilan yang cukup lumayan. Dari hasil tersebut digunakan untuk pendidikan profesi lainnya yaitu Multimedia 3D Animation di Visimedia College. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan tugas-tugas Kampus yang semakin hari semakin membutuhkan biaya besar, maka kerja paruh waktu salah satu solusi disamping menggusur jadwal mata kuliah dengan bernegosiasi dengan dosen. Pada awal tahun 2002 bekerja di D-One Multimedia di bawah manajemen Mas Alim Boeana seorang Praktisi Senior Multimedia yang mau berbaik hati menerima pegawai paruh waktu khusus lembur malam hari saat itu.
Usai dari Akademi Desain Visi Yogyakarta bang alfi melanjutkan ke Institut Seni Indonesia dan diterima. Baru selang beberapa bulan Mendapat kepercayaan dari MAs Alim dan Vico Amanda pimpinanX-CODE Films untuk mengerjakan Proyek Multimedia Peresmian Manohara di Candi Borobudur yang di resmikan Presiden RI.

Hijrah Ke Jakarta

Memimpikan suatu saat dapat bekerja di Matari advertising pimpinan Alm. Bapak Ken sang maestro komunikator pemasaran tak disangka usai Pekerjaan Manohara di Borobudur, dapat kabar dari MAs Viko bahwa seseorang direksi dari Matari Meminta untuk memperkuat Tim Kreatifnya nya di Jakarta dengan penawaran gaji yang kala itu sulit untuk ditolak. Hijrah ke Jakarta dengan meninggalkan status mahasiswa menjadi karyawana Dibawah pimpinan Andri Nooriman (Managing Director) dan Freddy Audy Harahap (Media Director) serta Stanley Adityabrata (Creative Director). Dengan mereka banyak hal-hal dan pengalaman baru serta edukasi yang luar biasa hebat. Kemudian di PT. KOMUNIKA LINGKAR KHATULISTIWA (Threesixty Communication Partner) banyak bertemu dan diberi kepercayaan menangani berbagai brand-brand terkenal. Proses penglaman yang panjang membawa PT. POSTER ADVERTISING merekrut dan membawa penawaran yang tak terduga yaitu Menjadi Managing Director untuk memimpin unit Mr.i Communication. Bertemu rekan satu visi yaitu Damasus Agung D. Triprasetya dan Ari Tenyala maka bersama-sama mebentuk Tim kerja dan sempat diperkuat oleh Bambang Wahyudi sebagai IT Expert mendirikan studio Multimedia kemudian diberi nama "CS" CREATIVE STUDIO dengan Bang Alfi sebagai Managing Director, Agung Sebagai Marketing Director, Ari Sebagai Client Service. Selang beberapa lamanya menangani berbagai pekerjaan CS bertemu Investor cukup kuat dan merger kemudian berubah nama menjadi ELYSIUM Communication. Tahun 2008-2009 memutuskan untuk melanjutkan solo karir dan bekerjasama dengan beberapa Agency besar seperti TIBI AD, LEO BURNET, FORTUNE, dan Induk Perusahaan lama PT. EQUATOR GROUP menangani beberapa promosi Gedung, MAll, dan hotel serta Campaign Produk-produk lainnya.

Alfi

HIJRAH KE KAMPUNG HALAMAN

Pertengahan Tahun 2009 menangani Proyek dari Departemen Perhubungan kemudian di undang oleh seorang Kandidat Calon Walikota Dr. Oscar Primadi berpasangan dengan Hartono Asaz untuk meninjau dan memberikan masukan-masukan terkait materi kampanye. Hanya sayangnya waktu pemilihan sudah sangat dekat, jadi kurang dapat berkontribusi jauh dan hanya dapat mengatakan semua sudah baik.
Kampung halaman seperti menggenggam kaki untuk beranjak kembali ke DKI JAKARTA, apalagi setelah bertemu pujaan hati Ernita Febrianti SE. Menikah di awal tahun 2010 dan memutuskan untuk menetap di kampung halaman sambil meninjau perkembangan Kota Kelahiran. Meraba-raba pola birokrasi yang terlihat rumit dan penuh kebijakan sambil terus belajar hari demi-hari dalam kenyataan sulit ditemui Klien-klien Swasta seperti di DKI Jakarta, sebab disini semua keputusanpun tergantung di pusat. Sementara hanya di Instansi pemerintahan yang memungkinkan. Seperti berbicara dengan tembok, kebanyakan mereka tidak mengerti dengan apa yg ditawarkan, dan otoriter atas pengkondisian. itu kesan pertama masuk di pemerintahan lokal. Sangat konvensional dan kurang mau menerima input atau masukan serta superior walaupun dalam hal ini kitalah tenaga ahlinya.

Mendirikan Kreativisi Indonesia

Pada Agustus 2010 akhirnya didirikan sebuah badan hukum menyesuaikan regulasi Peraturan pemerintah Kota Pontianak tentang izin praktek usaha. Berbincang-bincang dengan kawan lama salah satu penulis Undang-undang Regulasi Periklanan dan EPI (Etika Pariwara Indonesia) pengurus P3i Pusat (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) menceritakan bahwa di Kota Pontianak bahkan Kalbar masih Non Standar atas Regulasi Penataan Pariwara dan butuh banyak pembenahan Komunikasi media masa terutama media luar ruang yang seperti Galeri pajangan foto-foto pimpinan instansi sebagai model iklan sedangkan pesannya UNKNOWN. Kreativisi Indonesia lahir ditengah kondisi dan karakteristik masyarakat dan aparatur pemerintahan berpola demikian. Syukur pada masa itu masih ada beberapa pekerjaan yang masuk dari DKI Jakarta dan dapat bekerja jarak jauh via Email dan Transfer untuk pembayaran.
Menguatkan Visi dan misi Kreativisi Indonesia satu-satunya tiket untuk berkarya dan beradaptasi dengan pemerintah maupun perangkat membangun kerjasama lintas korporasi untuk mencapai tujuan dari visi misi tersebut. Aspek pola sosial masyarakat dan pembunuhan karakter serta jegal menjegal yang terkadang primitif jadi hambatan-demi hambatan dalam membangun jaringan kebersamaan. Namun Kreativisi Indonesia masih bertahan hingga hari ini sambil mempersiapkan beberapa hal yang akan dipersembahkan bagi Kalbar khususnya Kota Pontianak kedepannya. Insha Allah, dengan niat tulus, tidak pernah memusuhi siapapun, selalu belajar setiap waktu, dan berkarya sejalan dengan bekerja atas dasar ibadah. Kreativisi Indonesia akan mampu mewujudkan keinginan luhur dari VISI DAN MISI yang menjadi senyawa berdirinya.

Jadwal Imsakiyah

Jadwal Imsak untuk wilayah Indonesia bagiana Barat. Kreativisi Indonesia mengucapkan Selamat menunaikan...

SEARCH